Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan anda juga begitu.Oleh Steve Jobs
(Naskah pidato Steve Jobs, CEO Apple Computer dan Studio Animasi Pixar, dalam acara pelepasan mahasiswa Stanford, 12 Juni 2005.)
Saya diberi kehormatan untuk bersama kalian di hari pertama di salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah lulus kuliah. Bahkan sesungguhnya inilah saat terdekat saya terlibat dalam upacara wisuda. Hari ini saya ingin berbagi tiga cerita dalam kehidupan saya. Hanya itu, tidak lebih. Hanya tiga cerita.
1. Cerita Pertama adalah mengenai 'Rangkaian Titik-titik'.
Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena 'kecelakaan' dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana. Maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran karena ingin bayi perempuan.
Orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang, "Kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah anda berminat? Mereka menjawab, "Tentu saja." Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.
Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford. Sehingga seluruh tabungan orang tua saya - yang hanya pegawai rendahan habis untuk biaya kuliah.
Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.
Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga menumpang tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya.
Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri anda satu contoh: Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya.
Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan. Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat.
Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang.'Sekali lagi, anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang'.
Jadi, anda harus percaya bahwa titik-titik anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma anda, atau apapun istilah lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.2. Cerita kedua saya adalah mengenai 'Cinta dan Kehilangan'.
Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami -Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat.
Bagaimana mungkin anda dipecat oleh perusahaan yang anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang. Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan.
Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya, saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali, saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikitpun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal.
Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.
Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa.
Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya.
Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup anda.
Pekerjaan anda akan menghabiskan sebagian besar hidup anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang anda sukai. Bila anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati anda akan mengatakan bila anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama semakin mesra anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.
3. Cerita Ketiga Saya adalah mengenai 'Kematian'.
Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: "Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar." Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: "Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?" Bila jawabannya selalu "tidak" dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah.
Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu - semua harapan eksternal, kebanggaan, takut, malu atau gagal - tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati anda.
Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, anda harus menyampaikan kepada anak anda dalam beberapa menit segala hal yang anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga anda. Artinya, anda harus mengucapkan selamat tinggal.Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang.
Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi. Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna.
Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.
Waktu anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma -yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan anda sehingga tidak mendengar kata hati anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi anda, maka anda pun akan sampai pada apa yang anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.
Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama "The Whole Earth Catalog", yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google.
Isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi "The Whole Earth Catalog", dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: "Stay Hungry. Stay Foolish." (Tetaplah Lapar. Selalu Merasa Bodoh).
Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan anda juga begitu.
Stay Hungry. Stay Foolish.Terima kasih semuanya.
Senin, 02 Juni 2008
Jumat, 09 Mei 2008
Memenangkan Rakyat
Harga BBM naik lagi. Lagi-lagi harga BBM naik.
Menurut banyak pakar, persoalan penentuan harga BBM menjadi sangat dilematis. Jika harga tidak dinaikkan, maka keuangan negara sebagaimana tercermin dalam APBN mengalami kegoncangan. Hal ini karena dalam APBN negara kita memuat anggaran untuk subsidi harga minyak. Kalau harga minyak dunia terus naik, maka subsidi yang harus dibayar pemerintah semakin banyak.
Namun jika harga BBM dinaikkan, maka rakyat akan semakin berat menanggung hidup. Bagaimanapun juga, kenaikan harga BBM pasti diikuti oleh kenaikan harga berbagai kebutuhan hidup rakyat.
)*(
Setahun lagi kita akan menghadapi pemilu. Banyak orang mengatakan pemilu adalah pesta demokrasi. Banyak partai baru bermunculan. Ada yang benar-benar baru; ada partai sempalan; ada partai lama dengan baju baru. Lumrah.
Ada partai yang didirikan untuk serius mengikuti pemilu, ada banyak pula parta baru didirikan sebagai alat untuk menaikkan nilai tawar (bargaining position) pendirinya. Ada pula partai yang coba didirikan sebagai coba-coba. Kalau lolos verifikasi untung, jika tidak lolos, maka fotocopy anggotanya digunakan untuk modal pencalonan DPD atau bahkan pencalonan eksekutif dari calon perseorangan. Toh MK sudah memutuskan, dan KPU sudah mempersiapkan calon perseorangan bisa ikut menjadi calon perseorangan dalam pilkada.
Pada hakekatnya, pemilu adalah kompetisi antar kontestan untuk dapat mengumpulkan suara pemilih. Partai politik dipertahankan keberadaannya dan partai baru dibangun untuk mengumpulkan suara rakyat. Suara rakyat dikumpulkan untuk meraih kekuasaan. Rumusnya sangat sederhana. Semakin banyak suara rakyat dikumpulkan, semakin besar kekuasaan diperoleh. Ketika suara tidak cukup banyak untuk membangun kekuasaan, partai politik melakukan koalisi.
)*(
Struktur politik Indonesia dibangun atas dasar massa mengambang. Sampai sekarang, masih sangat sedikit rakyat yang menjadi anggota partai politik. Artinya, masih sangat banyak suara rakyat yang bisa diperebutkan partai politik dalam pemilu. Situasi seperti ini sekaligus merupakan peluang bagi seluruh kontestan pemilu. Partai baru mempunyai harapan karenanya.
Ada banyak pertimbangan dipilihnya sebuah partai politik dalam pemilu. Ada yang karena alasan ideologis, ada karena tokoh-tokoh dalam partai. Atau ada juga yang karena citra baik yang tertanam dalam diri partai maupun orang-orangnya. Disamping itu, ada sedikit yang memilih karena cocok dengan program-programnya.
Kata kunci dalam memilih partai adalah SIMPATI. Rakyat memilih sebuah partai politik lebih banyak disebabkan karena simpati-nya. Bisa jadi rakyat simpati pada aksi-aksi yang dilakukan partai politik. Kadang pula simpati muncul atas penderitaan yang dialami partai akibat kekerasan yang dilakukan penguasa. Bisa jadi pula rakyat simpati pada perilaku dan tindakan orang-orang partai politik.
)*(
Saat ini rakyat menderita karena himpitan ekonomi. Rakyat kesulitan memperoleh pendapatan memadai. Rakyat terbebani dengan harga-harga kebutuhan hidup yang tinggi.
Dalam waktu yang sangat pendek, akan semakin banyak orang kesulitan mencari kerja. Akan semakin banyak keluarga menjadi miskin. Semakin banyak anak putus sekolah. Pertanyaannya, partai politik peserta pemilu tahun depan yang mampu meraup suara rakyat?
Saya percaya, partai politik yang memberikan simpatinya ketika rakyat menderita yang akan mendapatkan simpati rakyat pada pemilu. Bersiaplah menjawab pernyataan dan pertanyaan rakyat.
”Kami tidak butuh janji.”
”Apa yang kamu lakukan bagi kami ketika kami menderita karena gempa 27 Mei 2006 lalu?”
”Apa yang kamu perbuat ketika kami mengalami kesulitan hidup karena kenaikan harga kebutuhan pokok?”
”Apa yang kamu kerjakan ketika kami kesulitan menyekolahkan anak-anak kami?”
”Apakah kamu tidak melihat?”
”Apakah kamu tidak mendengar?”
”Apakah kamu tidak merasa?”
”Apakah kamu tidak punya hati?”
Menurut banyak pakar, persoalan penentuan harga BBM menjadi sangat dilematis. Jika harga tidak dinaikkan, maka keuangan negara sebagaimana tercermin dalam APBN mengalami kegoncangan. Hal ini karena dalam APBN negara kita memuat anggaran untuk subsidi harga minyak. Kalau harga minyak dunia terus naik, maka subsidi yang harus dibayar pemerintah semakin banyak.
Namun jika harga BBM dinaikkan, maka rakyat akan semakin berat menanggung hidup. Bagaimanapun juga, kenaikan harga BBM pasti diikuti oleh kenaikan harga berbagai kebutuhan hidup rakyat.
)*(
Setahun lagi kita akan menghadapi pemilu. Banyak orang mengatakan pemilu adalah pesta demokrasi. Banyak partai baru bermunculan. Ada yang benar-benar baru; ada partai sempalan; ada partai lama dengan baju baru. Lumrah.
Ada partai yang didirikan untuk serius mengikuti pemilu, ada banyak pula parta baru didirikan sebagai alat untuk menaikkan nilai tawar (bargaining position) pendirinya. Ada pula partai yang coba didirikan sebagai coba-coba. Kalau lolos verifikasi untung, jika tidak lolos, maka fotocopy anggotanya digunakan untuk modal pencalonan DPD atau bahkan pencalonan eksekutif dari calon perseorangan. Toh MK sudah memutuskan, dan KPU sudah mempersiapkan calon perseorangan bisa ikut menjadi calon perseorangan dalam pilkada.
Pada hakekatnya, pemilu adalah kompetisi antar kontestan untuk dapat mengumpulkan suara pemilih. Partai politik dipertahankan keberadaannya dan partai baru dibangun untuk mengumpulkan suara rakyat. Suara rakyat dikumpulkan untuk meraih kekuasaan. Rumusnya sangat sederhana. Semakin banyak suara rakyat dikumpulkan, semakin besar kekuasaan diperoleh. Ketika suara tidak cukup banyak untuk membangun kekuasaan, partai politik melakukan koalisi.
)*(
Struktur politik Indonesia dibangun atas dasar massa mengambang. Sampai sekarang, masih sangat sedikit rakyat yang menjadi anggota partai politik. Artinya, masih sangat banyak suara rakyat yang bisa diperebutkan partai politik dalam pemilu. Situasi seperti ini sekaligus merupakan peluang bagi seluruh kontestan pemilu. Partai baru mempunyai harapan karenanya.
Ada banyak pertimbangan dipilihnya sebuah partai politik dalam pemilu. Ada yang karena alasan ideologis, ada karena tokoh-tokoh dalam partai. Atau ada juga yang karena citra baik yang tertanam dalam diri partai maupun orang-orangnya. Disamping itu, ada sedikit yang memilih karena cocok dengan program-programnya.
Kata kunci dalam memilih partai adalah SIMPATI. Rakyat memilih sebuah partai politik lebih banyak disebabkan karena simpati-nya. Bisa jadi rakyat simpati pada aksi-aksi yang dilakukan partai politik. Kadang pula simpati muncul atas penderitaan yang dialami partai akibat kekerasan yang dilakukan penguasa. Bisa jadi pula rakyat simpati pada perilaku dan tindakan orang-orang partai politik.
)*(
Saat ini rakyat menderita karena himpitan ekonomi. Rakyat kesulitan memperoleh pendapatan memadai. Rakyat terbebani dengan harga-harga kebutuhan hidup yang tinggi.
Dalam waktu yang sangat pendek, akan semakin banyak orang kesulitan mencari kerja. Akan semakin banyak keluarga menjadi miskin. Semakin banyak anak putus sekolah. Pertanyaannya, partai politik peserta pemilu tahun depan yang mampu meraup suara rakyat?
Saya percaya, partai politik yang memberikan simpatinya ketika rakyat menderita yang akan mendapatkan simpati rakyat pada pemilu. Bersiaplah menjawab pernyataan dan pertanyaan rakyat.
”Kami tidak butuh janji.”
”Apa yang kamu lakukan bagi kami ketika kami menderita karena gempa 27 Mei 2006 lalu?”
”Apa yang kamu perbuat ketika kami mengalami kesulitan hidup karena kenaikan harga kebutuhan pokok?”
”Apa yang kamu kerjakan ketika kami kesulitan menyekolahkan anak-anak kami?”
”Apakah kamu tidak melihat?”
”Apakah kamu tidak mendengar?”
”Apakah kamu tidak merasa?”
”Apakah kamu tidak punya hati?”
Label:
partai politik,
st. wangsit,
stevanus wangsit
Jumat, 02 Mei 2008
gejlig
gejlig adalah pintu air. sebagai pintu, gejlig juga bisa dibuka dan bisa ditutup.
biasanya ini digunakan untuk mengatur keluarnya air. seberapa banyak air yang ingin dialirkan, setinggi itu pula gejlig dibuka.
nggejlig, berarti adalah lokasi dimana gejlig berada. dalam arti kata kerja, nggejlig juga merupakan tindakan untuk membuka atau menutup pintu air. atau membuka atau menutup gejlig.
rumahku dekat gejlig. kawasan yang dekat gejligdisebut sebagai nggejlig juga.
sedemikian penting gejlig bagi petani, tetapi banyak orang tidak mempedulikan keberadaannya.
mungkin ini juga karena bangsa kita bersikap lebih mudah bikin daripada merawat
biasanya ini digunakan untuk mengatur keluarnya air. seberapa banyak air yang ingin dialirkan, setinggi itu pula gejlig dibuka.
nggejlig, berarti adalah lokasi dimana gejlig berada. dalam arti kata kerja, nggejlig juga merupakan tindakan untuk membuka atau menutup pintu air. atau membuka atau menutup gejlig.
rumahku dekat gejlig. kawasan yang dekat gejligdisebut sebagai nggejlig juga.
sedemikian penting gejlig bagi petani, tetapi banyak orang tidak mempedulikan keberadaannya.
mungkin ini juga karena bangsa kita bersikap lebih mudah bikin daripada merawat
Label:
cerita cinta,
pintu air,
st. wangsit,
stevanus wangsit
Kamis, 01 Mei 2008
istriku berjuang
Tanggal 13 Maret lalu, anakku yang pertama ulang tahun ke 6. Pada tanggal yang sama, 13 Maret!!!, anakku yang kedua berulang tahun yang pertama.
Senang dan bahagia sekali bercanda dan mendengar mereka tertawa...
Bangga juga ketika mereka belajar banyak hal.
Sedihnya, ketika mereka menghendaki sesuatu tetapi tidak aku pahami. apalgi ketika mereka sakit. Hanya bisa nangis dan menangis.
Berbeda dengan sang Kakak, anakku yang kedua kalau sakit selalu menangis. Pernah dia menangis semalaman.
Apa yang aku lakukan?
Gugup,.....
Sedih,.....
Tapi tidak berbuat sesuatu.
Untuk anakku, aku hanya menunggu perintah istriku, ibunya.
Ketika panas badannya, Sementara ibunya harus berupaya menurunkan suhu panas badannya. Semalaman, sampai pagi, aku hanya memanggul rasa kasihan, tanpa bisa berbuat lebih dari sekedar menemani.
Paginya, aku terkapar, tertidur karena kelelahan. Ketika ada sedikit tenaga, kadang aku melakukan pekerjaan penting yang sebenarnya tidak mendesak. Mungkin juga karena ketidakberdayaanku menghadapi anak sakit....
Tapi tidak demikian istriku, ibu dari anak-anakku. Dia tidak terkapar, tidak tertidur karena dia masih harus mengurusi anakku. Ketika anakku bisa tidur, istriku memanfaatkan waktu untuk pekerjaan-pekerjaan rumah tangga lainnya,...
Ketika aku telah terbangun lagi, ketika aku menuliskan tulisan ini, dia masih harus mengurusi anakku. Aku tahu dia sangat lelah, sangat capai.....
aku tidak bisa berkata apa-apa, kecuali hanya menuliskan ini. Menuliskan untuk mengabarkan kepada semua orang, jangan menyepelekan seorang ibu, karena dia mengorbankan dirinya demi anaknya. Aku saja, yang sering berkoar-koar tentang gender, tidak bisa berbuat yang lebih dari hanya sekedar membantu, menunggu dan sebentar menggendong. Selebihnya, aku tidak bisa berbuat banyak.
Aku jadi teringat kepada ibuku almarhumah, karena suatu hari ketika aku masih kecil dulu, aku mungkin pernah demikian, dan ibuku bersabar sehingga aku bisa hidup begini sampai hari ini. Bila demikian, maafkanlah aku ibu, karena ketika aku dewasa, aku tidak bisa membalas semua yang telah ibu lakukan. Semoga ibu disana bisa mendengar jeritan hatiku, dan ibu semoga bahagia karena --walau terlambat-- aku akhinya bisa menyadarinya.
Kepada ibu anak-anakku, yakni istriku, aku minta maaf karena aku tidak bisa berbuat banyak. Aku berdoa semoga yang istriku lakukan, akan menjadi investasi bagi masa depan generasi bangsa ini. Memang kecil, kelihatannya, tapi sesungguhnyalah...yang kecil itu adalah awal dari pekerjaan besar membangun bangsa ini.
Salam sayangku untukmu, ...
semoga kita bisa melewati masa-masa yang begini...
dan kita songsong esok hari lebih cerah dari hari ini.
Senang dan bahagia sekali bercanda dan mendengar mereka tertawa...
Bangga juga ketika mereka belajar banyak hal.
Sedihnya, ketika mereka menghendaki sesuatu tetapi tidak aku pahami. apalgi ketika mereka sakit. Hanya bisa nangis dan menangis.
Berbeda dengan sang Kakak, anakku yang kedua kalau sakit selalu menangis. Pernah dia menangis semalaman.
Apa yang aku lakukan?
Gugup,.....
Sedih,.....
Tapi tidak berbuat sesuatu.
Untuk anakku, aku hanya menunggu perintah istriku, ibunya.
Ketika panas badannya, Sementara ibunya harus berupaya menurunkan suhu panas badannya. Semalaman, sampai pagi, aku hanya memanggul rasa kasihan, tanpa bisa berbuat lebih dari sekedar menemani.
Paginya, aku terkapar, tertidur karena kelelahan. Ketika ada sedikit tenaga, kadang aku melakukan pekerjaan penting yang sebenarnya tidak mendesak. Mungkin juga karena ketidakberdayaanku menghadapi anak sakit....
Tapi tidak demikian istriku, ibu dari anak-anakku. Dia tidak terkapar, tidak tertidur karena dia masih harus mengurusi anakku. Ketika anakku bisa tidur, istriku memanfaatkan waktu untuk pekerjaan-pekerjaan rumah tangga lainnya,...
Ketika aku telah terbangun lagi, ketika aku menuliskan tulisan ini, dia masih harus mengurusi anakku. Aku tahu dia sangat lelah, sangat capai.....
aku tidak bisa berkata apa-apa, kecuali hanya menuliskan ini. Menuliskan untuk mengabarkan kepada semua orang, jangan menyepelekan seorang ibu, karena dia mengorbankan dirinya demi anaknya. Aku saja, yang sering berkoar-koar tentang gender, tidak bisa berbuat yang lebih dari hanya sekedar membantu, menunggu dan sebentar menggendong. Selebihnya, aku tidak bisa berbuat banyak.
Aku jadi teringat kepada ibuku almarhumah, karena suatu hari ketika aku masih kecil dulu, aku mungkin pernah demikian, dan ibuku bersabar sehingga aku bisa hidup begini sampai hari ini. Bila demikian, maafkanlah aku ibu, karena ketika aku dewasa, aku tidak bisa membalas semua yang telah ibu lakukan. Semoga ibu disana bisa mendengar jeritan hatiku, dan ibu semoga bahagia karena --walau terlambat-- aku akhinya bisa menyadarinya.
Kepada ibu anak-anakku, yakni istriku, aku minta maaf karena aku tidak bisa berbuat banyak. Aku berdoa semoga yang istriku lakukan, akan menjadi investasi bagi masa depan generasi bangsa ini. Memang kecil, kelihatannya, tapi sesungguhnyalah...yang kecil itu adalah awal dari pekerjaan besar membangun bangsa ini.
Salam sayangku untukmu, ...
semoga kita bisa melewati masa-masa yang begini...
dan kita songsong esok hari lebih cerah dari hari ini.
Label:
cerita cinta,
st. wangsit,
stevanus wangsit
Selasa, 29 April 2008
wangsit
Bener, itu adalah nama pemberian orangtuaku.
Bapakku pengin punya anak dengan nama satu kata yang mempunyai 2 suku.
Karena aku anak ke 9 (sembilan), maka nama yang dipilih diawali dengan huruf W. Ini berupakan huruf ke 9 dari aksara Jawa.
Ada banyak kata sebenarnya bisa dipilih,...tetapi entah mengapa, Bapak memilihkan aku nama Wangsit!
Wangsit kadang disamakan dengan ilham atau wahyu. Tetapi sesungguhnya tidaklah demikian.
Dari sumbernya, Wangsit berasal dari Yang Maha Kuasa, sedangkan ilham muncul atas dorongan subyektif. Dari wujudnya, Wangsit tidak lebih jelas daripada wahyu.
Gak paham?
Atau mau kasih masukan?
makasih,....
Bapakku pengin punya anak dengan nama satu kata yang mempunyai 2 suku.
Karena aku anak ke 9 (sembilan), maka nama yang dipilih diawali dengan huruf W. Ini berupakan huruf ke 9 dari aksara Jawa.
Ada banyak kata sebenarnya bisa dipilih,...tetapi entah mengapa, Bapak memilihkan aku nama Wangsit!
Wangsit kadang disamakan dengan ilham atau wahyu. Tetapi sesungguhnya tidaklah demikian.
Dari sumbernya, Wangsit berasal dari Yang Maha Kuasa, sedangkan ilham muncul atas dorongan subyektif. Dari wujudnya, Wangsit tidak lebih jelas daripada wahyu.
Gak paham?
Atau mau kasih masukan?
makasih,....
Label:
cerita cinta,
st. wangsit,
stevanus wangsit
Senin, 28 April 2008
pendopo
yuuupppp,....
rumahku berupa pendopo. kecil memang. Lokasinyapun "ndhelik". Tapi itulah istana bagi keluargaku.
mau berkunjung? datanglah ke Gedogan Rt 02, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul.
Bingung?
Dari Kota Bantul ke arah selatan kurang lebih 4km. tanya dusun Gedogan. Tanya rumah Wangsit. pasti dah pada tahu
rumahku berupa pendopo. kecil memang. Lokasinyapun "ndhelik". Tapi itulah istana bagi keluargaku.
mau berkunjung? datanglah ke Gedogan Rt 02, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul.
Bingung?
Dari Kota Bantul ke arah selatan kurang lebih 4km. tanya dusun Gedogan. Tanya rumah Wangsit. pasti dah pada tahu
Langgan:
Entri (Atom)